Category: Sticky Post


Aset Kripto Rasuki Fidelity Investments

Setelah melalui sejumlah penelitian dalam sejak 2014, Fidelity Investments akhirnya meluncurkan perusahaan baru khusus mengurus aset kripto. Nama perusahaan itu adalah Fidelity Digital Asset. Nama Fidelity Investment bukanlah main-main. Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu berpengalaman di bidang investasi dan jasa manajemen keuangan sejak 1960-an. Seperti biasa, sasaran pasar Fidelity Digital Asset tentu saja dari kalangan institusi bukan individual.

Ini artinya, apa? Ya, tentu luar biasa. Blockchain secara teknologi dan aset digital yang dihasilkannya atau yang bisa disimpan olehnya sudah dianggap sangat penting oleh perusahaan sekelas Fidelity, apalagi sasarannya adalah dari kalangan institusi (bisa perusahaan atau organisasi terkait) yang ingin menyimpan aset kriptonya secara aman. Fidelity Digital Asset tak hanya jual jasa simpan, tetapi jasa menjual aset investor manakala investor ingin menjual dan mendapatkan capital gain yang menggiurkan.

Ini tentu saja ada aspek asistensi dan nasihat investasi, misalnya Fidelity Digital Asset bisa menyarankan investor menjual di bursa tertentu yang harganya lebih tinggi atau diputar ke instrumen investasi kripto lainnya misalnya ETF (Exchange-Traded Fund) alias reksadana yang bisa diperdagangkan di bursa saham atau bisa juga dalam bentuk perdagangan berjangka Bitcoin.

Di balik Fidelity Digital Asset  ada CEO-nya, Tom Jessop yang berpengalaman lebih dari dua puluh tahun di Wall Street. Ia pernah juga menjabat sebagai Managing Director di Goldman Sachs.

Relasi Fidelity dengan teknologi baru sebenarnya sangat erat. Ini dapat ditelusuri dari pengalaman perusahaan ini sebagai salah satu perusahaan di dunia yang menawarkan online trading pada tahun 1993. Pada masa itu Internet masih bayi dan belum menggunakan protokol World Wide Web (www). Dalam pandangan Jessop, Fidelity punya gairah inovasi di setiap langkahnya.

Lalu, satu hal yang unik adalah, Fidelity Digital Asset tidak bergabung di konsorsium seperti R3 yang memiliki produk blockchain sendiri, yakni Corda. Perusahan itu juga tidak berpartisipasi di Hyperledger, perusahaan blockchain yang disponsori oleh IBM. Di sini muncul pertanyaan, apakah kelak Fidelity Digital Asset akan memperluas produknya untuk membuat sistem blockchain sendiri? Masuk akal jikalau dijawab ya, demi memperluas skala bisnis aset kripti di masa depan. []

Edisi Senin Moonday

Kapan “to the moon?” Itu pertanyaan warga di Telegram yang terkadang semakin terdengar “ndeso”. Bagi yang paham, mengetikkan kalimat itu adalah sindiran. Sebaliknya bagi yang newbie, adalah jargon “wajib sebut”, supaya tidak disebut ndeso. Tetapi, apapun ceritanya, kabar baik muncul di pekan lalu, di kala hari ini pasar sedang berdarah, ketika BTC jatuh dari “ketinggian” US$4.139 menjadi US$3.843. Berikut rangkuman kabar sepekan lalu di hari Senin ini, yang bukan monday tetapi “moonday”. Read more…

Blockchain Sahabat Perusahaan Besar

Berdasarkan penelitian Deloitte, 95 persen perusahaan lintas sektor berinvestasi pada teknologi blockchain. Pada tahun ini, sejumlah pilot project itu mulai bergerak dari fase uji coba menjadi layak pakai oleh publik. Goldman Sachs, perusahaan berpengaruh di bidang keuangan dunia, yang sebelumnya ragu (atau mungkin pura-pura ragu) terhadap blockchain, sudah meluncurkan produk investasi kripto pada akhir tahun lalu. Selain itu, sejumlah proyek blockchain dirilis khusus untuk sektor keamanan siber, kesehatan dan pertanian. Read more…

Lebih Mantap Berdagang Kripto dengan Triv | Pro

Halo, sobat Triv! Lama kami tak menyapa Anda lewat blog ini. Akhirnya kami “menyahuti” hati dengan produk terbaru kami, yakni Triv | Pro (tpro.co.id). Platform yang satu ini memang jelas berbeda dengan platform yang biasa Anda gunakan selama ini di Triv. Kalau yang biasa, Anda bisa membeli aset kripto secara instan, kalau Triv | Pro adalah platform perdagangan (trading) alias jual beli. Ini memang sudah kami rencanakan sejak lama, sekitar pertengahan 2018 lalu, untuk memenuhi permintaan sebagian besar pengguna Triv. Read more…

Blockchain Kabar-Kabari

Jikalau Anda memantau rutin perkembangan blockchain akhir-akhir ini, ada banyak sekali perkembangan positif. Berita-berita buruk juga datang beriringan.

Kabar teranyar adalah terkuncinya dana nasabah sebesar US$140 juta di QuadrigaCX, Kanada. Penyebabnya adalah private key untuk mengakses semua wallet di bursa tersebut “hilang” setelah sang CEO dikabarkan meninggal dunia di India. Namun, pihak berwenang di India dan Kanada yang hingga detik ini menyelidiki kasus itu meyakini sang CEO masih hidup dan kini sedang dicari. Otoritas di Kanada mengatakan, bahwa bursa tersebut tidak memiliki izin beroperasi alias ilegal.

Kasus itu memberikan pelajaran bagi kita, bahwa regulasi kripto di sebuah negara harus benar-benar dipahami oleh investor kripto. Peraturan yang dikeluarkan adalah jaminan oleh negara kepada para pengguna terhadap bursa kripto yang digunakannya. Khusus di Indonesia, kini ada beragam bursa asing dan bursa lokal yang berdiri. Namun, Anda harus harus teliti memantau aspek legalnya terlebih dahulu.

Lantas apa kabar positif yang menonjol belum lama ini? Ada banyak, salah satu yang menarik adalah hasil penelitian mendalam oleh Allen Day dari Google tentang blockchain. Hasilnya memang bukan kaleng-kaleng. Pasalnya, ia menggunakan program BigQuery, yakni peranti lunak khusus BigData yang disematkan pada produk cloud milik Google. Tak tanggung-tanggung, hasilnya berlembar-lembar dengan grafis dan angka yang sangat terperinci. Blockchain yang diteliti adalah blockchain Bitcoin Cash, Dash, Dogecoin, Ethereum Classic, Litecoin dan Zcash.

Sementara itu ada omongan dari Bos Besar Twitter, Jack Dorsey. Dia yakin dan percaya Bitcoin akan menjadi mata uang asli Internet di masa depan dengan cakupan yang jauh lebih luas daripada hari ini.

Ya, kita tentu masih menanti perkembangan baik berikutnya, setidaknya mengharapkan kucuran dana investasi blockchain yang semakin besar, sehingga mampu mendorong adopsi blockchain yang maha luas dan maha asyik. []

Read more…

Mengapa SWIFT Coba Pakai DLT Corda Buatan Konsorsium R3?

Beberapa waktu yang lalu tersiar kabar, SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) akan mengujicoba Corda, distributed ledger technology (DLT) buatan Konsorsium R3. Ini terhitung sebagai langkah besar organisasi layanan pengiriman pesan kirim uang (payment order message) lintas negara itu untuk meningkatkan layanannya menggunakan DLT sebagai teknologi baru yang mirip dengan teknologi blockchain yang kita kenal saat ini. Read more…

Mengapa Harga Bitcoin “Jadi Diskon?”

Jawabannya sebenarnya sangat berat. Kami tak ingin memberikan jawaban pasti, tetapi mendekati. Maksudnya pula, kami dekati dengan perbandingan dengan aset lain yang lebih tradisional. Jadi, dalam artikel ini, kita letakkan Bitcoin dalam kategori aset, yakni yang memiliki nilai dan likuid. Likuid artinya, ketika dijual ada pihak yang lain yang ingin membeli dalam rentang waktu tertentu. Read more…

Pilah Pilih Privacy Coin

Apakah transaksi Bitcoin bisa dilacak dan benar-benar 100 persen anonim? Jawabannya sangat relatif. Sepanjang kripto tersebut keluar dan masuk ke exchanger atau bursa kripto yang sentralistik, di mana mengharuskan identitas Anda disertakan ketiga mendaftar pertama kali, maka transaksi bitcoin bisa dilacak. Hal yang sama bisa terjadi pada kripto yang menjanjikan 100 persen privasi, seperti Zcoin, Monero, Dash dan ZCash. Read more…

Berjumpalah Kita, Bicara Kripto Penuh Asa

Pengguna media sosial di Indonesia sangatlah besar. Karena itulah mereka adalah konsumen empuk. Lahan basah, begitu kata pengusaha dan penguasa. Bagi pengusaha yang ingin merebut perhatian konsumen baru dan mempertahankan pelanggan lama, terkadang sulit dan rumit. Konsumen sangat mudah beralih dari satu pilihan ke pilihan lain sesuai selera. Konsumen zaman sekarang sukar ditebak, sukar pula ditahan. Read more…

Kata Para Pakar Tentang Blockchain di Tahun 2019

Dalam sebuah artikel di bulan ini, yang ditulis oleh McKinsey, perusahaan konsultan manajemen, menyebutkan bahwa teknologi blockchain berpotensi sebagai pemain besar di lintas industri secara global. Namun, perusahaan itu menyoroti dari sekian banyak proyek blockchain di dunia, hanya lebih dari 100 yang sungguh-sungguh bermanfaat. Proyek itu memampukan mengurangi peran pihak ketiga, menyimpan informasi permanen dan tidak bisa diretas dan memungkinkan koordinasi yang lebih hebat lintas perusahaan. Kendati demikian, McKinsey masih menganggap blockchain sebagai teknologi yang tergolong hijau dan relatif “tidak stabil”. Read more…