Category: Sticky Post


Menanti Smart Contract Perdana di Cardano (ADA)

Cardano Foundation mengumumkan akan hadirnya smart contract perdana mereka di blockchain Cardano. Fitur itu yang sangat menjanjikan itu akan diterbitkan pada Agustus 2021 mendatang.

Smart contract memastikan token, DeFi, dApp dan banyak produk lain bisa diterbitkan di blockchain, sebagaimana yang terjadi di blockchain Ethereum, Tron dan Binance Smart Chain. Nilai aset kripto ADA mungkin layak ditelisik.

Read more…

Mengapa Nilai Pasar USDT Kini US$50 Milyar?

Nilai pasar USDT (Tether) kini US$50 milyar. Stablecoin bernilai dolar AS itu menjadi tumpuan besar di pasar aset kripto. Ia pun bersaing dengan stablecoin lain. Apa saja alasannya? Dan inikah tanda permintaan besar terhadap aset kripto lain?

Read more…

Triv Youtube Competition, Berhadiah Utama Menginap di Hotel Bintang 4 di Bali

Triv mengajak kamu ikut lomba bikin video keren di Youtube. Bertajuk “2021 Become TRIch“, pemenang utama bisa menginap di hotel bintang 4 di Bali!

Hi Trivers, Ayo Ikut Youtube Video Competition dan menangkan Hadiah liburan ke Bali Gratis di bayarin Triv dan Menangkan juga Total Hadiah Jutaan Rupiah lainnya.

Ini cara mengikuti lomba ini:

  1. SUBSCRIBE Akun YouTube Triv. Klik di sini.
  2. Follow akun Instagram Triv di @trivindo.
  3. Buat video kreatifmu dan upload di channel Youtube yang kamu punya.
  4. Konsep video bisa tutorial, review atau testimoni “Bagaimana Berinvestasi di Triv”
  5. Topik video bisa mengulas seputar Cara investasi, Nabung rutin Bitcoin, Referral, Gadai Kripto, atau kreatif konsep lainnya.
  6. Copy link video YouTube kamu di form berikut ini.
  7. Video harus video baru yang di-upload selama periode kompetisi berlangsung.
  8. Peserta boleh upload lebih dari satu video.
  9. Selain kreativitas, jumlah engagement seperti Like, Share & Comments juga menjadi pertimbangan. Untuk itu, jangan lupa share ke teman-temanmu video yang sudah kamu upload di YouTube.
  10. Periode kompetisi dari 26 Maret – 3 Mei 2021.
  11. Pemenang diumumkan pada 7 Mei 2021

Pemenang

  1. Juara 1 : 3 Hari 2 Malam Menginap di Hotel Anantara Bali + Tiket + Uang (Untuk 2 Orang)
  2. Juara 2 : Rp1.500.000
  3. Juara 3 : Rp1.000.000
  4. Juara 4 – 10 : 120.000 Triv Point
  • Juara Favorit : Menginap Gratis 3 Hari 2 Malam di Hotel Anantara, Bali. (Tanpa Akomodasi).

Narahubung panitia: Jordan ([email protected])

Koreksi Bitcoin Itu Biasa, Rp1 Milyar Awal April?

Penghuni lama pasar Bitcoin tahu pasti koreksi besar harganya adalah sangat biasa. Tanda pasti koreksi sudah muncul 19 Maret 2021 lalu, dan terus meluruh hingga hari ini. Jika masa lalu adalah patokan, akhir Maret atau April 2021, harga Bitcoin berpotensi menjadi Rp1 milyar per BTC.

Read more…

Bitcoin Menuju Rp1 Milyar per BTC

Ketika kali pertama Bitcoin menyentuh angka psikologis Rp800 juta, ekonom dan masyarakat awam geleng-geleng kepala tanda heran. Namun dari sisi analisis teknikal itu sangat masuk akal, terlebih-lebih saat ini kita berpotensi besar menuju Rp1 milyar per BTC.

Read more…

Dua Perusahaan Ini Baru Saja Borong Bitcoin

Seperti yang diramalkan sebelumnya, setelah Tesla membeli Bitcoin pada Januari 2021 lalu, perusahaan lain akan mengikuti jejaknya. Kemarin, dua perusahaan lain mengumumkan telah memborong Bitcoin, yakni Meitu asal Tiongkok dan Seetee anak perusahaan raksasa asal Norwegia, Aker ASA.

Read more…

Kinerja Bitcoin dan Stimulus $1,9 Triliun

Apakah harga Bitcoin bisa terdongkrak lebih tinggi lagi gara-gara stimulus $1,9 triliun oleh pemerintahan Presiden Biden nanti?

Sabtu (6/3/2021) tampaknya tercatat sebagai tonggak terpenting dalam sejarah Amerika Serikat, khususnya dalam menangani kemerosotan ekonomi dampak pandemi.

Senat AS yang dikuasai oleh partai Demokrat itu akhirnya mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) stimulus itu. Rancangan diserahkan sebelumnya oleh Pemerintahan Biden.

Pada Selasa pekan depan, RUU itu akan disahkan oleh DPR AS, sebelum berada di meja Biden untuk kemudian ditandatangani.

Di atas kertas, kendati mendapat tekanan dari oposisi, yakni Partai Republik, stimulus maha jumbo itu bakalan digenapi, sehingga sebagian besar warga AS akan mendapatkan bantuan langsung tunai sebesar US$1.400.

Pihak-pihak yang mendapatkan bantuan dana segar itu tentu saja dengan sejumlah syarat, di antaranya berdasarkan jumlah pendapatan tahunan mereka.

Stimulus akan dimulai setidaknya pertengahan Maret 2021 ini ataupun April 2021 mendatang.

Jauh sebelum jalan stimulus itu, ketika pandemi diumumkan oleh WHO pada Maret 2020 lalu, sejumlah pengamat memastikan upaya penerbitan uang dolar baru akan terus terjadi, karena roda ekonomi mandek, konsumsi publik berkurang drastis dan memaksa harga barang dan jasa menjadi murah. Ini yang disebut sebagai deflasi.

Dampak deflasi yang tak terkendali dan dipadukan dengan penambahan uang dolar baru (kebijakan moneter), berpotensi membawa pada inflasi yang buruk, di mana harga barang dan jasa melonjak.

Bertambahnya pasokan fiat money, seperti yang tersemat pada stimulus itu pun disebut-sebut kian menjerumuskan nilai uang dolar secara global, yang sejak tahun 1985 terjun cepat.

Di saat yang sama, ketika nilai fiat money terus tergerus, itu yang memaksa uang stimulus mengalir ke aset-aset yang berisiko tinggi dan memberikan imbal hasil lebih besar daripada saham ataupun obligasi.

Tak heran emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Agustus 2020, tetapi lebih dapat diimbangi oleh imbal hasil Bitcoin.

Sepanjang tahun 2020 misalnya, imbal hasil emas tak sampai 30 persen per troy ons. Sedangkan Bitcoin mampu membuktikan sebagai kelas aset baru bernilai 300 persen. Ini adalah sebuah fakta yang sulit dibantah.

Narasi inflasi buruk dan naiknya harga Bitcoin itulah disadari oleh MicroSrategy dan Tesla. Bahwa nilai saham bersatuan dolar bisa saja terpuruk akibat inflasi dan Bitcoin bisa menjadi penyelamatnya.

Inflasi di dalam negeri AS pun disebut-sebut bisa merambat ke negara lain dan mendorong lahirnya inflasi global.

Itulah yang digemakan oleh Komal Sri-Kumar dari Global Strategies baru-baru ini di CNBC.

“Kita tak tahu pasti kapan inflasi buruk global itu akan datang. Tetapi yang pasti, sejumlah kebijakan moneter oleh bank sentral dan kebijakan fiskal pemerintah akan membawa dampak yang buruk di masa depan. Bahwa penerbitan uang baru ke dalam ekonomi mungkin akan lebih besar,” sebutnya.

Soal inflasi global, Statista pada bulan lalu meramalkan peningkatannya. Sepanjang tahun ini misalnya tingkat inflasi global diperkirakan mencapai 3,39 persen.

Angka itu hampir menyamai pada tahun 2018 yang mencapai 3,59 persen (yang terbesar saat ini dalam satu dekade terakhir). Bandingkan dengan tahun 2015 hanya 2,71 persen.

Kemudian, pada tahun-tahun berikutnya, tingkat inflasi global tak berkurang satu dikit, yakni antara 3,18 persen (2022) dan 3,17 persen (2025). [/]