Category: Sticky Post


Pilah Dulu Sebelum Pilih Blockchain

Jatuhnya harga Bitcoin dan kripto lainnya sejak medio Desember 2017 lalu, memberikan pelajaran kepada dunia, betapa hype teknologi blockchain dan kripto belum mendewasakan penggunanya. Untuk sesuatu yang memantik perhatian orang ramai, hype bukannya tak perlu. Bahkan hype tak dapat dihindari dalam sebuah dinamika teknologi beraroma ekonomi. Read more…

Jelajah Kontroversi USDT

Kontroversi Tether (USDT) semakin berlanjut. Berdasarkan informasi dari CCN, pada Rabu, 17 Oktober lalu bursa kripto Bitfinex mentransfer 50 juta USDT ke Tether Treasury. Transfer ini adalah kali keenam sejak USDT di-listing di Bitfinex pada Januari 2015. Tether Treasury adalah wallet khusus yang dikendalikan langsung oleh penerbitnya, yakni Tether Limited. Dalam penelusuran rich list di wallet Tether, ada 786.678.763 USDT yang tersimpan. Itu bermakna sejumlah itulah USDT yang ditarik dari sirkulasi, sekaligus dapat diyakini bahwa USDT di Tether Treasury itu tak dapat ditebus (redeem) dengan dolar sungguhan, jikalau dianggap Tether Limited memang memiliki sejumlah uang itu. Read more…

Dubai Bikin Blockchain Jadi Aduhai

Terlepas dari semangat desentralistik blockchain Bitcoin yang digadang-gadang Satoshi Nakamoto, negara melihat celah besar dari perkembangannya untuk ikut ambil bagian. Kita tahu, khusus untuk Eropa, Malta menyatakan sangat siap menjadi Pulau Blockchain. Karena, selain memiliki program beasiswa bagi calon mahasiswa yang ingin belajar blockchain, segala regulasi sudah didudukkan sedemikian rupa agar bisa mengkomodir kepentingan investor luar negeri, termasuk mempermudah pendirian perusahaan. Read more…

Pendadaran Blockchain Pertanian

Setelah lama tak bersua, belum lama ini kami menerima telepon dari seorang sahabat lama. Kebetulan ia adalah dosen agribisnis di sebuah perguruan tinggi di Medan. Setelah dia tahu kami berkecimpung di bisnis blockchain lalu tahu potensinya di bidang pertanian, perbincangan itu memantik rasa ingin tahu di kedua belah pihak. Pasalnya, kami sendiri tidak terlalu paham soal bidang pertanian di Indonesia yang katanya carut marut, dan sang dosen sendiri baru kali ini mendengar jargon blockchain. Read more…

Ada AT&T di Blockchain

“Blockchain is more that Bitcoin”. Kalimat berukuran huruf tebal itu tertera di website AT&T, perusahaan telekomunikasi dan media terbesar di Amerika Serikat. Kalimat itu tidaklah mengejutkan, karena perusahaan itu sejak Februari 2018 sudah mengabarkan kepada dunia keterlibatannya di teknologi blockchain. Hanya saja kemarin mereka mengumumkan secara resmi layanan blockchain mereka, yakni AT&T Solution sudah bisa dinikmati para pelanggan. Memang bukan AT&T sendiri yang menyiapkan infrastrukturnya, tetapi bermitra dengan IBM dan Microsoft, yang kedua-duanya telah terlebih dahulu memiliki fasilitas blockchain yang lengkap. Read more…

Demi “Stabilitas” Negeri Tiongkok

Apapun ceritanya, Tiongkok bermain drama yang secara jelas bikin gamang komunitas kripto dengan kebijakannya terhadap isu-isu terkait blockchain-kripto. Dengan jargon lebih aneh: “blockchain bukanlah bitcoin”, praktik kripto di negeri itu dibatasi. Read more…

Blockchain dan Model Baru Know Your Customer (KYC)

Mempercanggih konsep Know Your Customer alias KYC adalah satu dari sekian banyak faedah yang ditawarkan teknologi blockchain bagi industri keuangan. Fungsi distributed ledger yang menyimpan data riwayat transaksi nasabah, kini semakin kerap diujicobakan pada sistem KYC. Read more…

Nasib eSports di Tangan Blockchain

Pembayaran adalah aspek sentral dalam blockchain. Aspek itu ditegaskan dengan kripto/token/coin sebagai imbalan (reward) di dalamnya sistemnya, sebagai jasa bagi simpul jaringan yang mengamankan transaksi pembayaran tersebut. Terkait dengan industri eSports alias olahraga elektronik, blockchain dan kripto akan tetap mengambil peran sentral itu, sembari merangkul aspek lain, misalnya DgameApp atau Aplikasi Game Desentralistik. Read more…