Kripto Ambruk, Kapan Naik Kembali?.

Sahabat muda kami mengkritik soal pasar kripto yang ambruk mandi darah. Dia bilang, kalau begitu terus, buat apa trading atau investasi aset kripto? Ada beragam jawaban. Salah satunya adalah jeli melihat sebab dan peluangnya.

Dia sebenarnya tak sendiri. Banyak yang berpikir dan berkata demikian. Tapi itu sebuah kelaziman dan tak keliru.

Masalahnya adalah kripto sebagai sarana mendapatkan profit, baik dalam jangka pendek ataupun panjang adalah pilihan, bukan kewajiban absolut.

Bagi yang memahami risiko rugi dan keuntungan dari aset kripto akan berpikir berseberangan. Bagi mereka yang lebih suka risiko tinggi dengan imbal hasil tinggi akan berpikir sebaliknya, terlebih-lebih yang memahami konsep dasar tehnical analysis.

Dengan kata lain, pasar aset kripto tidak bagi semua orang, tidak semua akan menyukainya.

Ingatlah, ketika pasar ambruk seperti sekarang ataupun ketika reli tinggi luar biasa, pasar terus berjalan, tidak ada rem tidak ada penghalangnya.

Ini terjadi, karena pasar aset kripto menganut pasar bebas atau yang lebih ekstrem memandangnya sebagai free fight liberalism.

Bagi yang menyukai rimba liar seperti itu memerlukan modal dan mental khusus, bukan mental “pemain” saham biasa.

Sekalipun itu “pemain” valas yang terbiasa bermain di bursa berjangka dengan leverage-nya, technical analysis tak selalu jitu, akibat volatilitas pasar kripto yang luar biasa.

Tetapi penggunaan technical analysis justru sangat diperlukan demi meredam kerugian, sekaligus memberikan gambaran besar soal pasar. Ini sangat penting.

Makro Ekonomi

Tapi, alam dan fenomena ini sebagai akibat dari pasar uang tradisional yang tak sehat juga.

Lihatlah dolar AS terus terperosok sejak Maret 2020. Nilainya parah terhadap mata uang lain, padahal sejumlah investasi besar, termasuk ekspor dan impor bergantung pada dolar.

Ketika dolar dan mata uang lain lemah, dan emas tidak memberikan imbal hasil besar untuk melindungi uangnya, yang terjadi adalah orang berduyun-duyun masuk ke pasar kripto yang berisiko tinggi ini.

Sekali lagi kami tegaskan, bahwa pasar aset kripto tidak sesuai bagi semua orang, hanya yang orang bersiap diri dan siap perang dalam arus gelombang naik turun yang sesuai.

Penyebab

Berikut pandangan kami khusus Bitcoin. Per 19 Mei 2021, harga Bitcoin terkoreksi 50 persen dari rekor tertingginya.

Secara teknikal, sebenarnya sinyal tren koreksi sudah muncul ketika harga Bitcoin menyentuh harga tertinggi sepanjang masa di US$65.091 sekitar Rp936 jutaan pada 14 April 2021 lalu.

Berdasarkan indikator RSI harga itu dalam posisi overbought. Artinya, daya beli sudah terlalu pekat dan bersiap berbalik arah ke tren jual.

3 indikator pada time-frame harian memberikan sinyal koreksi pada 14 April 2021, jauh sebelum keluar pernyataan Tesla dan kabar dari Tiongkok, karena memang dalam posisi overbought.

Kemudian pada 25 April 2021, RSI menyentuh batas bawah, sempat memantul separuh, tetapi turun kembali ke batas bawah seperti hari ini. Indikator SuperTrend memastikan tren koreksi masih terjadi.

Itu pada time-frame harian. Sedangkan pada time-frame mingguan, RSI menunjukkan koreksi dalam lagi.

Jika menggunakan indikator lain, misalnya Squeeze Momentum, trend turun masih terus terjadi hingga 3 pekan mendatang.

Bitcoin pada time-frame mingguan, masih menunjukkan tren turun. Sinyal reversal alias pembalikan berpotensi terjadi pada akhir Mei 2021 atau pekan pertama Juni 2021.

Secara psikologi, faktor Tesla dan Elon Musk punya peran dalam penurunan ini, tetapi sekadar penegas saja, bukan faktor utama.

Hal lain, karena kabar dari Tiongkok yang kian membatasi transaksi terkait aset kripto yang mungkin menyulitkan pencairan hasil tambang Bitcoin mereka menjadi yuan.

Dua faktor terbaru itu dalam kategori psikologis, kurang lebih menambah ambruk harga Bitcoin, diikuti oleh sejumlah besar aset kripto lain.

Potensi Reversal

Berdasakan indikator Squeeze Momentum, potensi reversal alias berbalik arah terjadi setidaknya dalam 3 pekan mendatang.

Artinya dalam rentang waktu harian, volatilitas harga Bitcoin masih terus bergejolak, karena pada time-frame harian RSI memberikan sinyal naik, karena hampir menyentuh support yang cukup baik. [triv]

Comments are closed for this post.