Iphone 15 Meluncur, Saham Apple Malah Merosot?

Iphone 15

Iphone 15 adalah produk baru dari perusahaan Apple. Apple Inc, perusahaan teknologi raksasa yang berbasis di Cupertino, California, selalu menjadi sorotan dunia ketika mereka merilis produk-produk terbaru mereka. Salah satu produk paling ikonik mereka adalah iPhone, yang telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berinteraksi dengan teknologi. Namun, ketika iPhone 15 diluncurkan, banyak yang terkejut dengan reaksi pasar saham yang merosot. Hal ini memicu pertanyaan besar: Mengapa saham Apple malah anjlok ketika produk baru mereka diumumkan? Dalam lima hari terakhir, saham Apple telah anjlok lebih dari 6% atau sekitar US$ 200 miliar kapitalisasi pasar Apple menguap. Meskipun demikian, secara year to date, saham Apple masih menguat 41%.

Baca juga: Saham BCA Menjanjikan? Cobain Investasi 77 Saham Luar Negeri Yang Baru di Triv

Iphone 15 Memiliki Inovasi dan Desain yang Terbatas

Ketika iPhone 15 diumumkan, banyak yang berharap akan melihat perubahan desain yang lebih revolusioner. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah bahwa desainnya hanya mengalami perubahan yang terbatas. Ini mungkin membuat beberapa konsumen merasa kurang tertarik untuk melakukan upgrade dari model sebelumnya. Hal ini juga dapat berdampak pada penjualan perangkat baru tersebut.

Mengutip dari CNBC Indonesia, peluncuran iPhone dalam beberapa tahun terakhir kurang out of the box. Sehingga terkesan terlalu biasa saja dibanding 16 tahun lalu saat Steve Jobs memamerkan peluncuran layaknya teknologi dari luar angkasa. Pengenalan produk iPhone 15  hanya seperti formula biasa, alih-alih menawarkan inovasi yang menarik. Nyatanya, harga saham Apple semakin anjlok.

Saham Apple terkoreksi 1,7% menjadi US$176,3 per saham. Penurunan terjadi seiring dengan inovasi produk iPhone yang terpantau kurang signifikan dalam beberapa rilis terakhir. Sehingga penjualan menurun dan ekspektasi harga ke depan semakin mahal.

Kebijakan Pemerintah China Terhadap Produk Amerika

Penurunan harga saham Apple ini juga disinyalir karena pengaruh dari pemerintah China yang melarang para PNS nya menggunakan produk Apple termasuk juga Iphone. Walaupun barusaja diluncurkan Iphone 15 terbaru yang sangat dinanti oleh para pecinta gadget, hal yang dilakukan pemerintah China malah melarang panggunaan Iphone itu sendiri. 

Pembatasan pembelian smartphone ini belum diumumkan secara publik oleh pemerintah China, namun ini menyebabkan kekhawatiran produk Apple turut menjadi korban ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Penerapan kebijakan ini akan berdampak signifikan pada kinerja keuangan Apple, pasalnya China, Hong Kong, dan Taiwan adalah target pasar Apple terbesar ketiga. Mengutip dari CNBC International, kawasan tersebut berkontribusi 18% dari total pendapatan atau setara US394 miliar.

Baca: Saham GOTO Makin Diminati? Eittt Jangan FOMO!

Ketidak Pastian Pasar dan Pasokan

Salah satu faktor utama yang dapat menjelaskan penurunan saham Apple setelah peluncuran iPhone 15 adalah ketidakpastian pasar global. Sejak beberapa tahun terakhir, pasar teknologi telah menjadi semakin kompetitif, dengan banyak pesaing kuat seperti Samsung, Google, dan perusahaan Tiongkok seperti Huawei dan Xiaomi. Ini berarti bahwa Apple harus bersaing dalam lingkungan yang lebih keras, dan setiap langkah baru mereka selalu dipantau dengan ketat oleh para analis dan investor. 

Selama beberapa tahun terakhir, industri teknologi telah mengalami masalah pasokan yang serius, terutama dalam hal semikonduktor. Banyak perusahaan, termasuk Apple, telah mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan karena kelangkaan komponen kunci. Hal ini dapat memengaruhi produksi iPhone 15 dan menyebabkan penundaan dalam pengiriman produk tersebut kepada konsumen. Di sisi lain, sebagian besar produk Apple dirakit di China. Terkait dengan persoalan ini, Apple menolak berkomentar dalam wawancara CNBC International.
Perubahan Kebijakan Harga dan Reaksi Pasar

Perubahan Harga Iphone 15 dan Reaksi Pasar

Apple juga telah mengambil langkah-langkah dalam merubah kebijakan harga mereka untuk beberapa produk, termasuk iPhone 15. Meskipun mereka mungkin berharap bahwa perubahan ini akan meningkatkan penjualan, itu juga dapat menjadi faktor yang berkontribusi pada penurunan saham mereka jika konsumen merasa bahwa produk ini terlalu mahal atau tidak memberikan nilai yang cukup.

Penurunan saham Apple setelah peluncuran iPhone 15 juga bisa menjadi hasil dari reaksi pasar yang berlebihan. Kadang-kadang, investor mungkin bereaksi terlalu cepat terhadap berita atau peristiwa tertentu, dan ini dapat menyebabkan fluktuasi harga saham yang tidak rasional. Dalam jangka panjang, kinerja saham Apple dapat pulih jika produk ini akhirnya mendapatkan respon positif dari konsumen.

Kesimpulan

Meskipun saham Apple mengalami penurunan setelah peluncuran iPhone 15, penting untuk diingat bahwa kinerja saham sebuah perusahaan tidak selalu mencerminkan kualitas produk atau prospek jangka panjang perusahaan tersebut. Banyak faktor yang dapat memengaruhi harga saham, termasuk kondisi pasar global, persaingan, perubahan desain, dan kebijakan harga.

Sementara iPhone 15 mungkin tidak segera mengubah permainan seperti pendahulunya, Apple tetap menjadi pemain besar dalam industri teknologi dan memiliki basis pelanggan yang kuat. Kinerja saham perusahaan ini dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu, tetapi sejarah telah menunjukkan bahwa Apple memiliki kemampuan untuk pulih dan terus berkembang dalam jangka panjang. Oleh karena itu, investor yang cerdas harus mempertimbangkan semua faktor yang memengaruhi pasar sebelum membuat keputusan investasi mereka.

Mulai investasi saham Apple di Triv

Comments are closed for this post.