Memantau Kembali Peluang Stellar Lumens (XLM)

Sejak pertengahan November 2020 hingga hari ini, Sabtu, 13 Februari 2021, harga aset kripto XLM melejit hingga 645 persen. Artikel kami pada Oktober 2020 pernah menakar peluang kenaikan XLM. Bagaimana berikutnya? Dengan harga XLM terkini sekitar lebih dari Rp7.900, itu bermakna telah melampaui resistensi 29 Januari 2018 silam.

Pada kajian kami Oktober tahun lalu, kami memproyeksikan pertumbuhan apik XLM berkat rencana penerbitan stablecoin USDC di blockchain Stellar.

Setelah beberapa hari artikel itu terbit, USDC pun diterbitkan di blockchain Algorand. Aset kripto-nya, yakni ALGO tersedia di Triv.co.id.

Barulah pada 2 Februari 2021, USDC akhirnya resmi diterbitkan di blockchain Stellar.

Untuk melihat USDC di blockchain Stellar bisa dilihat di tautan ini. Total pasokan beredarnya memang masih sangat kecil dibandingkan USDT, yakni hanya US$1.456.920. Namun, tingkat likuiditasnya meningkat dengan rating 10.

Argumen kami kala itu, Oktober 2020 adalah, bahwa penggunaan USDC akan berpengaruh pada peningkatan permintaan XLM. Ini selayaknya stablecoin Tether (USDT) yang tersedia di blockchain Ethereum yang ber-aset kripto ETH. USDC memang juga tersedia di blockchain Ethereum.

“Dalam konteks ada USDC di blockchain Stellar Lumens mungkin berlaku hal serupa. Ketika menggunakan USDC, pastilah menggunakan aset kripto XML sebagai biaya kirim. Ini yang secara langsung akan meningkatkan pembelian terhadap XML dan pastilah meningkatkan harga XML itu di masa depan. Tentu dengan catatan bahwa pengguna USDC memang ramai,” kami mencatat pada Oktober 2020 lalu.

Kemudian, pada awal Desember 2020, raksasa pembayaran Visa mengumumkan akan memadukan USDC ke sistem pembayarannya, melayani lebih dari 60 juta penggunanya di seluruh dunia. Tapi ini masih terbatas pada USDC yang diterbitkan di Ethereum.

Itu yang memungkinkan Visa menerbitkan kartu debit agar memudahkan pengguna mengirimkan nilai dolar.

Rangkulan raksasa Visa amat terkait dengan kebijakan Kantor Pengawas Dolar AS (OCC) pada tahun lalu dan ditegaskan pada awal bulan lalu, yang memungkinkan sejumlah lembaga keuangan, termasuk bank memadukan stablecoin yang bertenaga blockchain di jaringan pembayaran mereka.

Bahkan bank mulai diperbolehkan menjadi node (simpul) jaringan pembayaran blockchain itu.

Ke depan kita perlu memastikan sejauh mana USDC bertenaga blockchain Stellar digunakan secara masif oleh Visa dan sejumlah perusahaan besar lainnya yang berskala global.

Harga tertinggi sepanjang masa XLM adalah Rp12.500 yang jatuh pada 4 Januari 2018 silam.

Dengan harga XLM terkini sekitar lebih dari Rp7.900, itu bermakna telah melampaui resistensi 29 Januari 2018 silam. [/]

Comments are closed for this post.