Pengaruh Resesi dan Isu Desentralisasi dalam Kripto- Triv Anual Review

Pengaruh resesi
Triv Annual Review by Randy,S.iP.,MBA

Summary

Bagaimana pengaruh resesi terhadap market Kripto? Simak artikel ini untuk mengetahuinya lebih lanjut. Ekonomi domestik dan global dewasa kini dihadapi beberapa variable yang tidak dapat terlepas dari aspek luar negeri dan dalam negeri. Investor modern yang berusaha mendorong kinerja perusahaan maupun karyawan era modern pun ikut berkecimpung dalam dunia digital. Kebijakan moneter dan fungsi dari DAO (decentralized autonomous organization) menambah praktik baru dalam hal Analisa dan juga kemampuan investor untuk berani masuk dan mengukur kinerja yang proporsional untuk kelayakan instrument keuangan yang dapat diraih dan menambah asset dalam valuasi yang wajar di pasar.

Fokus perusahaan seperti Crypto exchange dibawah BAPPEBTI dan KOMINFO yang merupakan bagian dari (CEX) centralized exchange diuji dan dihadapkan pada Analisa valuasi pasar yang berbeda daripada pasar saham dan asset management lainnya yang lebih konvensional. Namun, tim dari triv.co.id mengetahui perbandingan dasar daripada underlying asset crypto dan asset umum lainnya. Analisa kualitatif menjadi momentum dan juga trending issue yang didasarkan pada transparansi informasi di media social, yang melibatkan perusahaan dibawah pemerintahan maupun perusahaan yang bergerak tanpa hierarchy pemerintahan. Beberapa SWOT yang dilihat dan matrix complex dari industry ini telah menjangkau angka yang nyata di ekonomi dunia internasional.

Introduction

Crypto and Blockchain

Untuk mengetahui pengaruh resesi lehih dalam, terlebih dahulu harus mengerti dasar dari Crypto dan Blockchain. Dalam mempertajam cara pandang investor terhadap dua hal seperti crypto dan blockchain, perlu diketahui dan dimengerti bahwa secara fundamental saja blockchain dan crypto adalah dua entitas yang saling berhubungan namun memiliki arti yang berbeda dalam fungsi dan keberadaannya. Gambar dibawah akan memudahkan para pembaca untuk memahami dengan singkat dan jelas:

Pengaruh resesi
Crypto and Blockchin

Future Value

Untuk mengetahui pengaruh resesi lehih dalam, future value juga harus anda pahami. Industri keuangan telah lama menghadapi banyak tantangan yang cukup Panjang. Kemajuan dari teknologi digital sudah banyak memberikan bantuan dan solusi yang jelas. Namun pada aplikasinya, beberapa kemajuan ini selalu diimbangi dengan masalah baru yang diciptakan oleh teknologi tersebut. Blockchain dalam jasa keuangan sangatlah menjanjikan dan dapat menjadi solusi “all in one”. Pertama, blockchain telah membuat transparansi dari sisi teknologinya sehingga memungkinkan seluruh aspek yang terlibat menjadi paham dan mengerti bagaimana system yang diharapkan bekerja. Penyelesaian transaksi pun berlangsung dengan lebih cepat dan efisien apabila “headtohead” dengan produk perbankan yang konvensional.

Alhasil dari transparansi dan efisiensi ini, proses audit yang menjadi sudut tajam bagi investor akan dapat menelaah hal ini dengan lebih mudah. Selain itu, biaya-biaya lainnya yang seringkali menjadi beban utama dalam pembukuan dapat terpangkas dan menambah kas ataupun mengurangi hutang. Aspek umum yang dijelaskan ini meliputi perusahaan dan pemerintah, secara luasnya ekonomi internasional.

Pengaruh resesi
Blockchain and Finance

Trending Dillemas

Untuk mengetahui pengaruh resesi lebih dalam, terlebih dahulu harus mengerti terkait hal ini. Hal yang perlu diingat dari keberadaan blockchain dan cryptocurrency di Indonesia, terlepas dari maraknya penipuan dan permainan sejumlah kelompok orang yang tidak bertanggung jawab, masih banyak parameter yang seharusnya diketahui oleh investor dewasa ini. Perlu diingat bahwa blockchain dan cryptocurrency memiliki basis DAO (decentralize autonomous organization) dimana manajemen hierarchy tidak memiliki tempat disini, namun komunitas lah yang menjadi penggerak utama dari foundation ataupun komunitas blockchain-blockchain yang ada. Karena basis DAO inilah banyak terjadi konsep yang salah (misconcept)

Pengaruh resesi
DeFi Has an Existentital Problem

Artikel diatas adalah pernyataan bahwa Defi (keuangan desentralisasi) disebut memiliki masalah karena “nature” dari keberadaannya. Tapi perlu diingat bahwa “centralized “lah yang banyak mengalami masalah. Tidak disebut “nature”nya membawa masalah, namun kita perlu tahu bahwa berita terkini mengenai Celsius :

“The biggest issue was a failure of risk management,” Timothy Cradle, Celsius’ former director of financial crimes compliance, told CNBC in an interview. “I think Celsius had a good idea, they were providing a service that people really needed, but they weren’t managing risk very well.”

Diambil dari CNBC[1], pernyataan ini terlihat valid apabila melihat situs utamanya merupakan media internasional. Kiranya kita bisa melihat lebih jauh ke belakang, Celsius, BlockFi,Voyager Digital adalah entitas perbankan. Mereka bukanlah desentralisasi secara konsepnya.

Defi pada dasarnya menghilangkan subjektifitas dari manusia dalam pengambilan keputusan keuangannya.

Terdapat misconception kedua yakni:

“To the glee of its critics, DeFi has ended up committing all the same sins as Wall Street, essentially becoming a vehicle for a new generation to engage in the rampant speculation typical of pre-2008 investment bankers.”

Aturan utama dari smart contract ialah bahwa kita tidak perlu mempercayai oposisi ataupun bersandar pada kepercayaan transaksi finansial, secara otomatis code-code yang ada akan mengeksekusi apa yang telah disetujui kedua belah pihak yang berkepentingan. Mengkaitkan Defi dengan krisis yang pernah terjadi tidak dapat disamakan dengan pernyataan diatas karena sudah tidak relevan lagi. Memang tidak disangkali bahwa banyak perusahaan yang masih “centralized” dan mereka memiliki visi untuk mengembangkan crypto dan blockchain dengan banyak instrument dan jalur-jalur yang baru. Tapi tetap saja secara alamiahnya mereka adalah perusahaan seperti yang sudah pernah ada, berbeda dengan eksistensi dari blockchain dan crypto.

Alih-alih membicarakan hal ini, satu fungsi utama dari perusahaan yang “Centralized” dapat secara positif dimiliki adalah exchange, Kembali lagi dengan ini, wadah utama bagi para investor local dan memudahkan akses bagi kepentingan banyak orang yang telah diverifikasi oleh pemerintah setempat masing-masing negara. Sekali lagi pernyataan ini disambut oleh berita:

Centralized Exchange files for Bankruptcy: Digital asset Rights in Question.

Benar “Centralized Exchange “yang terkena dampak dari manajemen risiko yang buruk dari perbankan konvensional dan perubahan harga di market yang drastis. Bagaimana dengan “Decentralized exchange”? Hal ini sudah mendapat sorotan dengan banyaknya artikel dari tahun 2018 bahwa “Decentralized exchange” lah yang mungkin mendapatkan permasalahan likuiditas.

One of the most significant problems facing new exchanges and smaller decentralized exchanges is liquidity.

Berbicara mengenai likuiditas,akan selalu mengacu pada volume dari asset yang ada di pasar dan seberapa banyak transaksi yang dapat dieksekusi dalam transaksi. Exchange kecil seringkali mengalami kesulitan likuiditas. Namun kini informasi itu telah bergeser menjadi isu likuiditas di sentralisasi. Bukan Desentralisasi “ecosystem”.

Solusi pada Defi dalam likuiditas adalah “shared Liquidity” agar tanggung jawab ini ditanggung oleh Bersama dengan exchange-exchange lain berdasarkan skala perusahaan masing-masing. Lain halnya dengan exchange yang tersentralisasi, dimana ekspansi begitu gencar dan memberanikan diri dengan konsep bahwa uang dari berhutang adalah uang yang lancar dalam menjalankan usaha. Baiklah cukup membicarakan ini, ada banyak exchange dari pasar modal yang muncul dan hilang juga pada dasarnya. Bagaimana menyikapi hal ini tentu sekarang sudah jelas bahwa crypto dan blockchain memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh system keuangan yang konvensional.

End Year Forecasting and Philosopy

Pengaruh resesi
BUSINESS PRIORITIES
Memberikan insight yang jelas mengenai keadaan akhir tahun 2022
Pengaruh resesi
ADDED PRIORITIES
Meningkatkan kesadaran akan pengaruh media social dalam bidang investasi dan trading crypto
Pengaruh resesi
EMPLOYEE OPPORTUNITIES
Meningkatkan keputusan dalam keterlibatan diri ke dunia digital

History Repeat Itself

Sri Mulyani Sebut Amerika Serikat Secara Teknis Masuk Resesi . Calon korban Resesi berikutnya: Australia!

Tercatat pada kuartal I 2022 perekonomian Amerika Serikat minus 1,6 persen dan kuartal II 2022 juga terkontraksi 0,9 persen. Artinya, Amerika Serikat perekonomiannya resesi. Tunggu dulu, apalah artinya sebuah pengaruh resesi dengan kita tidak memahami siklus yang benar dari sebuat peristiwa tersebut

Tercatat pada kuartal I 2022 perekonomian Amerika Serikat minus 1,6 persen dan kuartal II 2022 juga terkontraksi 0,9 persen. Artinya, Amerika Serikat perekonomiannya dalam pengaruh resesi. Tunggu dulu, apalah artinya sebuah pengaruh resesi dengan kita tidak memahami siklus yang benar dari sebuah peristiwa tersebut.

Pengaruh resesi
Investment Cycle

Apabila memang ada pengaruh resesi yang telah terjadi dari kacamata luar negeri, maka kita dapat mengambil satu Langkah ke belakang ataupun ke depan menyesuaikan “positioning” dari industry yang kita geluti. Pada tahap Slump, dimana valuations fall dan terdapat lebih banyak penjual daripada pembeli, perlu diingat bahwa pembeli ini tidaklah berpindah ataupun tidak lagi percaya pada system melainkan menunggu hingga tahapan BUYER’S MARKET dijajaki Kembali, dan alhasil dari itu, RECOVERY menjadi tahapan selanjutnya. Siklus investasi ini haruslah ada dan kehidupan tidaklah bertambah buruk dari hari ke harinya.So, apa sih yang membedakan atau bagaimana kita sigap terhadap permasalahan ini? Kembali lagi ke asas product life cycle atau lifespan dari produk investasi yang kita soroti, seperti Crypto atau pada mulanya lebih disoroti sebagai Bitcoin, seberapa Panjang produk ini akan berlangsung dan bertahan serta berkembang di pasar?

Kita tahu bahwa Bitcoin akan habis ditambang dan nilainya akan naik setelah itu, dan ini adalah suatu proyek yang pasti karena jumlah supply bitcoin ada batasnya. Berbeda dengan “safe haven” lainnya seperti komoditas emas yang juga harus dihitung harga wajar dan kesenjangan harga antara emas dunia dan emas local. Pengaruh resesi tidak lepas dari hal-hal semacam ini.

Sementara itu,Inflasi didapti lebih tinggi daripada yang telah terjadi dalam beberapa decade di Amerika Serikat. Federal Reserve siap untuk memulai pengetatan, dengan banyak yang menyalahkan kebijakan moneter longgar untuk gelembung aset berisiko seperti cryptocurrency.Dimana kita ketahui bahwa gelembung asset yang berisiko pada awalnya adalah property. Dan masuknya bitcoin yang telah lama ditunggu-tunggu ke dalam ruang ETF yang terdaftar di AS bisa menandakan bahwa ini adalah tahapan untuk menarik investor baru ke dalam ruang tersebut.

Tetapi bitcoin telah meningkat secara eksponensial di atas banyak rintangan di masa lalunya, yang mengejutkan penentang untuk sebagian besar sejarahnya. Dalam beberapa hal, kehancurannya bisa lebih mengejutkan daripada pemulihan akhirnya ke harga tertinggi barunya sepanjang masa.

Follow The Trend, Because The Trend Is Your Friend

On May 12, 2021, Elon Musk tweeted that Tesla will no longer accept bitcoin for car purchases due to environmental concerns.

Ya Benar, Elon Musk adalah actor yang diwaspadai di pasar kripto dewasa ini, Selain dominasinya di koin DOGE dan SHIBA INU, usaha pendahulunya TESLA dijadikan juga sebagai parameter “push&pull”. Pernyataannya diatas adalah suatu cara untuk melakukan manuver yang diinginkannya dengan sumber daya yang dia miliki untuk penetrasi pasar. Kita tahu bahwa Bitcoin memiliki zero emission, dan menyangkali bahwa koin pendahulunya memiliki isu lingkungan seperti di beberapa negara adalah subjektifitas daripada investor ini.

Mari beralih ke actor dalam negeri, beberapa saat yang lalu Wamendag mengungkapkan nilai transaksi asset kripto tahun 2020 sebesar 65 triliun rupiah dan mengalami kenaikan menjadi 859 triliun rupiah tahun 2021. Hal tersebut didasari keinginan masyarakat mengenai perdagangan aset kripto yang sangat tinggi.

foto mendag
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga hadir sebagai narasumber pada Talkshow “Future of Blockchain Technology and Cryptocurrency in Financial and Gaming Industry” yang diselenggarakan di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, Rabu (27 Juli).

Lampu hijau bagi Indonesia, kesempatan sudah dilihat oleh pemerintah dalam hal exchange yang tersentralisasi. Dari sini kita dapat menyaring informasi luar yang tidak lagi relevan dengan negara kita dimana banyak sekali aplikasi Karya Anak Bangsa yang patut didukung penuh dengan pantauan regulasi yang secara terapannya berkesinambungan menguntungkan negara dan masyarakat. Setelah ini akan muncul pula actor Elon Musk versi Indonesia yang tentu diharapkan menetapkan “benchmark” yang stabil dan dapat ditangguhkan keabsahannya bagi investor di Indonesia.

Buy On Deep-Meta Research, Sell The Future Now

Dunia virtual akan menjadi lebih luas dan canggih di tahun-tahun mendatang, mendorong budaya dan desain, dan memungkinkan mode ekspresi dan pengalaman baru yang bisa dirasakan dan dialami oleh kaum milenial bahkan anak mereka. Pada tahun 2023, metaverse – ruang virtual bersama yang dapat dijelajahi secara luas,akan menjadi kenyataan, karena teknologi seperti game, VR/AR, dan konektivitas 5G bergabung untuk membentuk kembali kreativitas di masa depan.

Dilansir dari “pewresearch.org”:
54% koresponden mengatakan pada tahun 2040 metaverse AKAN menjadi aspek kehidupan sehari-hari yang jauh lebih halus dan benar-benar imersif, berfungsi dengan baik untuk setengah miliar orang atau lebih di seluruh dunia.
46% lainnya mengatakan pada tahun 2040 metaverse TIDAK AKAN menjadi aspek kehidupan sehari-hari yang jauh lebih halus dan benar-benar imersif, berfungsi dengan baik untuk setengah miliar orang atau lebih di seluruh dunia.

Inilah kesempatan yang cukup Panjang dari sisi investasi dan dapat diraih mulai sejak dini, Berbicara mengenai “product life cycle”, kita tahu telah ramai dibicarakan produk NFT dan kemampuan mereka untuk bertukar dan mendapatkan royalty dari system yang ada. Seperti apa pasang surut dan perpindahan pengguna dari NFT market dari hasil Analisa triv research periode 2022 terakhir, Analisa pergerakan institusi dan retail adalah hal yang disoroti oleh tim riset dari triv.co.id. Metaverse akan menjadi instrument yang dikenal dan digunakan terlepas dari hasil riset pewresearch.org mengenai assessmentnya terhadap metaverse itu sendiri. Juga perlu diingat brand META yang tidak ketinggalan fenomenal, walaupun secara hakikinya media social ini telah ada dan core valuenya pun bergeser dan menuju masa depan. Masih belum familiar dengan konsep dari METAVERSE ataupun META di media social? Saatnya mengambil keputusan untuk terlibat secara finansia/non finansial ataupun secara informasi yang dapat mengedukasi sesama dengan bertanggung jawab pada penyebaran berita yang validitasnya dapat dinikmati banyak orang.

What’s Next?

“If the price of bitcoin goes down, I lose money. I might pump, but I don’t dump. I definitely do not believe in getting the price high and selling or anything like that,” Musk said. “I would like to see bitcoin succeed.”

     -Elon Musk-

Dasboard Triv market
Penampakan Dasboard di Triv Market

Diambil dari Triv NEW MARKET (triv.co.id), Hari Minggu,31/07/2022, 21:00, dengan menggunakan candle Heikin Ashi, candle hijau dilihat tanpa ada low price menandakan sinyal kuat untuk uptrend, kita dapat lihat formasi yang rapih dari tampilan Heikin Ashi tanpa perlu mengkhawatirkan aspek fundamental atau berita terhadap market sepenuhnya, melainkan lebih ke volume transaksi yang disederhanakan tampilannya. $33.392 akan menjadi harga yang dinantikan oleh investor dan trader jangka menengah dan jangka Panjang. Apabila market bitcoin pulih atau masuk tahap recovery disertai dengan halving yang akan kita nantikan Bersama tahun- tahun didepan, maka semua optimisme dari komunitas dan koin kripto lainnya akan mengalir hidup seperti halnya kejatuhan Celsius dan rentetan dampaknya terhadap Centralized companies. Ikuti juga Analisa harian triv.co.id di grup media sosial Telegram dan weekly info setiap hari kamis. Langkah awal gain untuk pasar crypto dan blockchain dapat dimulai dengan belajar dan membuka pikiran terhadap hal yang baru.

Triv analysis on BTC/USDT

Running price :               $23.417

Support range                   :               $19.000-$22.000

Resistance range              :               $26.000-$29.000

Trend indicator                  :               Parabolic SAR sebagai support dan resistance

Momentum indicator     :               Stochastic RSI sebagai sumbu sinyal arah kenaikan harga dan

penurunan harga

                                            :               Level 99-100 di tanggal 31 May 2022 $ 31.734, harga ini harus

diraih Kembali untuk memastikan perubahan level psikologis di

market BTC

Confirmation daily bullish    : open candle diatas harga $24.560 (short term) hingga $29.000

Timeframe                          :               Daily triv new market

Caution                                :               Pattern stochastic yang tidak membuat puncak yang lebih tinggi

dapat membuat pembalikan arah dengan tiba-tiba. Lihat mulai dari

18 Juni 2022

Dasboard Triv market
Penampakan Dasboard di Triv Market

[Randy-Triv]

Comments are closed for this post.