Agrocoin, Mata Uang Kripto Dibackup Cabe Habanero

Jika Anda pecinta cabe, mungkin Anda akan tertarik pada mata uang kripto satu ini, Agrocoin namanya. Perusahaan agribisnis asal Meksiko, Amar Hidroponia, melakukan penjualan token elektronik sejak September 2017. Segmen pasar yang disasar token ini adalah investor-investor kecil. Setiap 500 peso (US$27), investor akan mendapatkan 1 meter persegi hasil bumi yang terletak di Quintana Roo, Meksiko. Perusahaan siap membagikan dividen sebesar 30% per tahun dari total ongkos yang dikeluarkan investor, tergantung dari hasil panen dan kondisi pasar. Pembagian dividen tersebut tentunya sangat bergantung dari jumlah investasi yang digelontorkan masing-masing investor yang dikonversi ke dalam luas lahan pertanian.

Rodrigo Domenzain, presiden perusahaan Amar Hidroponia, menyatakan bahwa banyak investor kecil yang sangat tertarik dengan produk yang mereka tawarkan ini. Investasi Agrocoin yang dibackup hasil pertanian mungkin merupakan produk unik yang sulit ditemukan di manapun.

Cabe habanero sendiri dikenal sebagai cabe terpedas di dunia. Cabe ini sangat populer digunakan sebagai bumbu masakan tradisional khas Yucatan, Meksiko. Setiap hektar lahan mampu menghasilkan setidaknya 60 ton cabe habanero, atau dengan kata lain setiap meternya mampu menghasilkan rata-rata 6 kilogram cabe. Saat ini harga cabe habanero di pasar lokal Meksiko mencapai harga 70 peso per kilogram. Target pasar mereka sebanyak 80% diekspor ke Amerika Serikat, sementara 20% sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tentunya penjualan ke pasar internasional memiliki harga lebih baik ketimbang pasar lokal.

Amar Hidroponia sejauh ini berhasil menjual 50 ribu token dari total 1 juta token yang akan diciptakan. Pembelian token dapat dilakukan melalui website perusahaan. Para investor tidak dapat memperdagangkan token tersebut hingga setahun lamanya, dan di tahun kedua token dapat diperjualbelikan melalui pasar mata uang kripto.

Tanaman habanero sendiri membutuhkan waktu 4 bulan untuk mulai produktif, dan akan terus produktif hingga 8 bulan ke depan. Dua ton per hektar per minggu akan menjadi hasil yang diharapkan dari pertanian cabe habanero yang dikelola Amar Hidroponia ini, dan selama proses panen, investor tidak dapat menarik dana yang sedang ditanam.

Pablo Arteaga Vega, direktur umum Agrocoin, yakin bahwa nilai Agrocoin akan stabil di pasar mata uang kripto. Hal ini disebabkan karena token Agrocoin akan dibackup dengan hasil pertanian, sehingga memiliki nilai yang setidaknya setara dengan nilai pasar hasil pertanian tersebut. Ia menambahkan bahwa Agrocoin lebih cenderung ke arah investasi ketimbang spekulasi, karena terdapat imbal hasil yang dapat dibagikan kepada para investor. Hal ini yang menjadi nilai tambah Agrocoin ketimbang mata uang kripto lainnya yang sedang mengalami penurunan harga pasar yang cukup signifikan selama tahun 2018.

Proyek Agrocoin juga diyakini akan mematuhi segala regulasi teknologi finansial (fintech) di negara Meksiko. Regulasi yang sedang digodok di dewan perwakilan rakyat ini tinggal menunggu pengesahan presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto. Pablo Arteaga Vega meyakini kesuksesan Agrocoin akan menjadi aset produktif dan menjadi penggerak industri agribisnis di Meksiko bahkan di seluruh dunia.

Sumber gambar: www.criptotendencias.com

Be the first to write a comment.

Your feedback