Fintech Asia Tenggara Kian Menggelora, Apa Alasannya?

Secara global, adopsi fintech semakin meluas. Pasar terbesar masih dipimpin oleh Amerika Serikat, menyusul di belakangnya adalah China dan India. Brazil pun memiliki potensi besar yang terlihat dari besaran investasi selama kurang lebih tiga tahun belakangan. Bagaimana posisi Asia Tenggara? Menurut Liew Nam Soon dari Ernst & Young Advisory, ada ketertarikan positif seputar perkembangan fintech. Khusus Asia Tenggara, katanya ada interaksi yang sangat memukai antara pemain fintech dan para penanam modal.

“Hal itu disebabkan berkembangnya ekonomi kawasan, populasi sadar digital di perkotaan, meningkatkan penetrasi internet dan ponsel cerdas, dan usaha kecil dan menengah yang banyak belum terjamah fintech, kata Soon seperti yang dilansir dari enterpriseinnovation.net.

Berdasarkan hasil sensus Ernst & Young Advisory yang dipublikasikan pada April 2018 terhadap 251 responden perusahaan fintech, setidaknya sekitar 87 persen pelaku fintech akan berekspansi ke luar kandang sendiri. Kemudian 60 persen dari responden mengharapkan menerima kucuran dana investasi lebih dari 1 juta USD. Namun, 60 persen mengakui bahwa bakat dan keahlian teknis soal fintech di dalam negeri sangatlah kurang. Belum lagi ditambah keyakinan mereka, bahwa sektor fintech kelak dijadikan objek pajak oleh pemerintah, meskipun belum ada regulasi yang matang di masing-masing negara. Tapi, 78 persen meyakini pemerintah bakal membantu pelaku fintech dalam proses peningkatan mutu SDM fintech dalam negeri.

Hal menonjol lainnya, 68 persen responden mengaku dapat langsung beroperasi kurang dari satu tahun dan berhasil mendapatkan modal untuk bertumbuh. Namun, 45 persen di antaranya masih mengandalkan dana sendiri, walaupun di depan mata banyak pihak lain yang siap mengucurkan dana.

Khusus Indonesia, berdasarkan EY Asean Fintech Census 2018, ada 262 perusahaan fintech. Dari 6 negara Asia Tenggara, Singapura memimpin dengan 490 perusahaan fintech, berikutnya Indonesia dan Malaysia di urutan ketiga.

Be the first to write a comment.

Your feedback