Karyawan Terkait Blockchain Semakin Dicari Perusahaan Besar.

Manusia berbakat yang terkait dengan blockchain kian dicari. Ini terbukti dari hasil kajian TheNextWeb berdasarkan data dari Glassdoor, sebuah situs informasi lowongan kerja.

Hasilnya, ternyata informasi pekerjaan-pekerjaan yang terkait blockchain mencapai 5.711. Hampir separuh (2616) dari lowongan kerja itu diminta oleh perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat. Tempat kedua ditempati oleh Inggris (1015). Dan tempat ketiga ada di Asia, diwakili terbesar oleh India (257).

Jabatan Blockchain Engineer kategori yang paling umum dengan tugas-tugas yang lazimnya di tataran umum saja dengan tanggung jawab yang mungkin lebih banyak, mulai pemrograman smart contract, pengamanan wallet dan lain sebagainya. Atau mungkin merancang sistem blockchain khusus.

Kedua dan ketiga, jabatan yang paling banyak dibutuhkan adalah Senior Software Engineer dan Blockchain Developer. Ini mirip lowongan kerja yang diumumkan Facebook di website-nya. Rumor yang beredar, perusahaan raksasa itu sudah memperkerjakan 50 orang secara rahasia.

Nah, pasti Anda penasaran, perusahaan mana saja yang perlu karyawan blockchain? Ah, ternyata dari 10 teratas, hanya 3 perusahaan yang memang benar-benar terkait kripto, yaitu Foris Limited, Crypto.com and Wirex. Sisanya adalah, perusahaan-perusahaan “senior” yang tenar sedunia, berturut-turut adalah IBM, Ernst & Young (EY) , Oracle, Accenture, Deloitte, dan PwC. Mereka-mereka ini akar bisnisnya tidak terkait langsung dengan blockchain, tetapi mereka dengan cepat dan lincah masuk ke dalamnya. Riset dan dana yang besar mungkin nilai besar mereka.

EY misalnya adalah perusahaan riset keuangan dan auditor yang banyak “disewa” oleh negara dan perusahaan besar. Setiap pandangan EY selalu dijadikan rujukan banyak pihak. Belum lama ini EY mengumumkan peluncuran fitur khusus bagi investor untuk menghitung pajak terkait kripto. IBM juga sedang 5 tahun belakangan sudah nyemplung dengan beragam jasa yang mereka jual. Di antaranya adalah Hyperledger yang bekerjasama dengan Linux Foundation.

Nah, kalau rentangnya diperlebar, dari 20 teratas, kurang dari setengahnya datang dari perusahaan yang langsung terkait dengan aset kripto. Di situ ada Ripple dan ConsenSys.

Ini sebenarnya gambaran kecil soal permintaan terhadap orang-orang berbakat kemajuan. Ini juga penanda keseriusan perusahaan untuk mengembangkan blockchain ke arah lebih baik lagi. Maka, akan ada banyak keseruan lain di masa depan.

Eits, tunggu dulu, patut diperhitungkan, bahwa Tiongkok juga bermain di ranah ini. Setidaknya diwakili oleh Alibaba Group yang punya 40 paten terkait blockchain. Jumlah ini mendominasi perusahaan lainnya, seperti IBM dan Visa.

Jadi, apakah pertempuran blockchain Barat dan Timur sudah tergambar di benak Anda? Indonesia di mana di Glassdoor? Ada sih, tapi demand-nya hanya 9 posisi. Hmmm… kita memang patur bergumam saja. []

Be the first to write a comment.

Your feedback