Menyoal Rencana Burn Ether (ETH) Tahun Ini

Pihak pengembang blockchain Ethereum berencana mem-burn Ether (ETH) pada tahun ini. Bagaimana mekanismenya dan dampaknya terhadap harga kripto raksasa itu?

Burn ETH berdasarkan Ethereum Improvement Proposal (EIP) 1559 yang diluncurkan pada beberapa waktu lalu dan direncanakan akan diterapkan pada Juli atau Agustus 2021 mendatang bersamaan dengan London Hard Fork.

EIO-1559 kelak akan memastikan setiap ETH yang digunakan sebagai biaya transaksi (gas fee) akan di-burn (dimusnahkan). Itu yang kelak jumlah ETH jauh lebih langka daripada sebelumnya.

Cara ini sebenarnya serupa dengan mekanisme burn di blockchain Ripple, di mana XRP di-burn untuk setiap transaksinya. Perbedaannya hanya terletak pada pasokan unit kriptonya.

XRP misalnya masih dibatasi pasokannya maksimalnya, yakni 100 milyar XRP. Sedangkan ETH memang tak ada batasan, sekalipun itu nanti masuk Ethereum 2.0.

Itu akan berdampak pada tertekannya tingkat inflasi ETH, karena pasokan ETH pada dasarnya tidaklah terbatas.

Sejumlah penambang (miner) ETH ada yang tak setuju dengan itu, karena bisa berdampak pada berkurangnya pendapatan mereka, karena imbalan transaksi hanya akan berasal dari pengguna transaksi itu sendiri.

Skenarionya begini. Pengguna A mengirimkan ETH kepada pengguna B. Maka pengguna A menambahkan sejumlah kecil ETH sebagai biaya transaksi. Lalu beberapa ETH lagi diberikan kepada penambang.

Mekanisme burn adalah bagian dari rencana menuju Ethereum 2.0 yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2022 atau tahun 2023 mendatang.

Kala itu Ethereum tak lagi mengandalkan Proof-of-Work seperti saat ini, melainkan murni Proof-of-Stake yang lebih hemat energi.

Ethereum 2.0 memastikan biaya transaksi menjadi lebih rendah dan mampu menangangi volume transaksi yang jauh lebih banyak.

Penambang di Ethereum 2.0 disebut “node validator” akan mendapatkan imbalan ETH secara tahunan. Besarannya tergantung pada jumlah node validator dan jumlah ETH yang di-stake di sistem.

Imbalan paling kecil adalah 4,9 persen secara tahunan (APR), jikalau jumlah total ETH yang di-stake adalah 10 juta ETH. Rinciannya bisa dilihat di situs ini.

Rumusan dasar kripto tetaplah berdasarkan hukum supply and demand. Hanya saja, ketika jumlah pengguna kripto semakin banyak, tak hanya untuk pembayaran, termasuk pembuatan token dan aplikasi, pasokan ETH yang “cukup dibatasi” tetaplah menjadi daya tarik dan mungkin lebih meningkatkan harganya di masa depan.

Itu tak berarti pasokan sangat terbatas di Bitcoin (BTC) menjadi tak menarik, karena Bitcoin sendiri unik berkat kelangkaannya, dan memang tidak dirancangan berdaya guna luas sebagai pembayaran dan aplikasi desentralistik seperti Ethereum. [triv]

Comments are closed for this post.