Sebab Musabab Bitcoin Sentuh US$5 Ribu

Jadi, kita sudah menyaksikan Bitcoin kembali ke US$5 ribu secara, mengulang sejarahnya seperti pada November 2018 lalu. Dalam sebuah grafik, ini adalah bentuk pola mangkuk, yang sejatinya menyimpan potensi kuat untuk turun sekejap menemui titik support, lalu menaik kembali. Seperti yang kami jabarkan di blog ini pada beberapa waktu lalu, bahwa level US$6 ribu adalah titik penting untuk menembus di atas angka itu. Read more…

US$6 Ribu per BTC adalah Penentu

Akhirnya Bitcoin (BTC) dengan mudahnya menembus kembali level US$5.000 pada hari ini, 3 April 2019, pukul 9.54 UTC +07. Ketika naskah ini disusun, berdasarkan data dari Coinmarketcap.com, pukul 11.29 WIB, BTC turun tipis ke US$4.923 dengan perubahan 12,33 persen dibandingkan hari sebelumnya di level US$4.193. Dengan menjulangnya BTC ke level US5.000 berarti mengulang laju BTC pada periode sebelumnya di November 2018. Apakah BTC akan mampu menembus US$6.000 dengan mudah juga?

Brian Kelly, Pendiri dan CEO perusahaan investasi blockchain, BKCM percaya BTC akan mudah mencapai US$6.000. Itu ia sampaikan kemarin di satu program di CNBC.

“Sentimen positif sedang membesar, menyentuh euforia bahwa industri aset kripto ini sangatlah potensial. Secara fundamental, tekninal dan quantamental, sangatlah jelas bahwa pemecut kenaikan harga terbukti benar,” katanya.

Tambah Kelly, jelas terlihat dari sejumlah indikator fundamental seperti meningkatnya penghasilan individu, adanya layanan kustodial Bitcoin dan sejumlah layanan keuangan yang memungkinkan investor institusi membeli dan menjual, baik itu Bitcoin real ataupun indeks. Volume perdagangan juga meningkat.

“Saya yakin Bitcoin akan mengalamai reli-reli panjang hingga 6 minggu ke depan dan bisa menembus US$6.000,” katanya.

Sejumlah sumber Ethereumworldnews.com memperingatkan bahwa level 6 ribu adalah level terpenting bagi Bitcoin sebagai aras baru apakah Bitcoin bisa terus naik atau turun dan menggapai level support yang lebih dalam.

Sementara itu, CEO Triv.co.id, Gabriel Rey sebelumnya mengungkapkan kepada Blockchainmedia.id, bahwa investor Bitcoin, disarankan agar membeli Bitcoin ketika harga di atas US$6.000.

“Saya menyarankan, kalau mau aman belilah Bitcoin ketika harga di atas US$6.000. Tetapi, bagi yang risk taker, kalau mau entry sekarang juga tak masalah, toh harga sudah turun 90 persen. Kalaupun turun lagi, paling besar +5 persen (menjadi 95 persen). Namun ini dibarengi dengan capital gain yang lebih besar,” imbuhnya.

Artinya, bagi investor jangka panjang, akumulasi terhadap Bitcoin tetap bisa dilakukan, karena tren menaik akan terus terjadi sejak hari ini. []

 

CEO Triv: Investasi Bitcoin Lebih Menjanjikan

Saat ini banyak dari generasi milenial melakukan investasi, untuk mengembangbiakkan uang, seperti membuka usaha, membeli emas, reksadana, saham, obligasi dan lainnya. Namun, menurut Gabriel Rey, Pendiri dan CEO bursa kripto Triv.co.id, justru Bitcoin mampu memberikan imbal hasil lebih baik. Read more…

Bitcoin Maksimalis

Ada ruang di mana istilah Bitcoin Maksimalisme tereduksi secara positif. Artinya, makna tidak merujuk lagi pada pernyataan Vitalik Buterin di masa lampau, bahwa banyak yang lebih percaya terhadap potensi Bitcoin seraya tak menghiraukan kripto lainnya. Itulah sebab ada istilah lain menyebut kedua entitas itu, Cryptocurrency v1.0 untuk Bitcoin dan Cryptocurrency v2.0 untuk Ethereum dan altcoins lainnya. Sekarang pun banyak yang mendaku sebagai Cryptocurrency v3.0, karena mempunyai fitur quantum proof guna menangkal kedigdayaan komputer quantum di masa depan.  Read more…

Olah Blockchain Gaya Rakuten

Menyebut Rakuten seperti menyebut raksasa yang tangguh. Mereka adalah pemain lama di bidang perdagangan online sejak 1997, tetapi tentakel bisnisnya jauh lebih raksasa. Kabar yang membuncah adalah pada tahun 2016 ketika Rakuten mengumumkan kesepakatan €220 juta sebagai sponsor global dengan klub sepak bola Spanyol FC Barcelona mulai La Liga musim 2017-2018 hingga 2020. Anak perusahaannya, Rakuten Viber juga akan menjadi saluran komunikasi resmi FC Barcelona. Kemudian pada Mei 2018, Rakuten meluncurkan jaringan seluler nirkabel di Jepang. Read more…

CEO Triv, Gabriel Rey: Bitcoin adalah Investasi Jangka Panjang

Pertumbuhan inflasi Indonesia rata-rata mencapai 3-4 persen per tahun. Hal ini membuat masyarakat harus berpikir bahwa setiap tahun nilai uangnya akan berkurang. Sangat penting bagi masyarakat untuk mempersiapkan investasi dalam jangka panjang, baik berupa saham, reksadana ataupun aset kelas baru seperti Bitcoin. Read more…

Kami Datang, Nantikan Triv di Kotamu

Rollo May, psikolog ternama asal Amerika Serikat pernah mengucapkan kalimat ini: Communication leads to community, that is, to understanding, intimacy and mutual valuing. May sejatinya menegaskan kebutuhan dasar dan alami manusia, yakni komunikasi langsung secara sosial. Read more…

Halving Day 2020 Bikin Naik Harga Bitcoin?

Ada beragam persepsi dan prediksi di luar sana tentang kenaikan harga Bitcoin di masa depan. Kemarin, (14/03), Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors mengatakan sentimen positif terhadap Bitcoin akan dimulai pada tahun ini. Ini adalah titik balik ke arah kenaikan Bitcoin di bulan-bulan berikutnya. Pilihan lain, konsep Halving Day Bitcoin dipandang sebagai peta jalan kenaikan Bitcoin yang “gila-gilaan”. Di dua hal inilah banyak manusia tiba-tiba jadi cenayang, tetapi memang enak dicicipi. Read more…

Aset Kripto Rasuki Fidelity Investments

Setelah melalui sejumlah penelitian dalam sejak 2014, Fidelity Investments akhirnya meluncurkan perusahaan baru khusus mengurus aset kripto. Nama perusahaan itu adalah Fidelity Digital Asset. Nama Fidelity Investment bukanlah main-main. Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu berpengalaman di bidang investasi dan jasa manajemen keuangan sejak 1960-an. Seperti biasa, sasaran pasar Fidelity Digital Asset tentu saja dari kalangan institusi bukan individual.

Ini artinya, apa? Ya, tentu luar biasa. Blockchain secara teknologi dan aset digital yang dihasilkannya atau yang bisa disimpan olehnya sudah dianggap sangat penting oleh perusahaan sekelas Fidelity, apalagi sasarannya adalah dari kalangan institusi (bisa perusahaan atau organisasi terkait) yang ingin menyimpan aset kriptonya secara aman. Fidelity Digital Asset tak hanya jual jasa simpan, tetapi jasa menjual aset investor manakala investor ingin menjual dan mendapatkan capital gain yang menggiurkan.

Ini tentu saja ada aspek asistensi dan nasihat investasi, misalnya Fidelity Digital Asset bisa menyarankan investor menjual di bursa tertentu yang harganya lebih tinggi atau diputar ke instrumen investasi kripto lainnya misalnya ETF (Exchange-Traded Fund) alias reksadana yang bisa diperdagangkan di bursa saham atau bisa juga dalam bentuk perdagangan berjangka Bitcoin.

Di balik Fidelity Digital Asset  ada CEO-nya, Tom Jessop yang berpengalaman lebih dari dua puluh tahun di Wall Street. Ia pernah juga menjabat sebagai Managing Director di Goldman Sachs.

Relasi Fidelity dengan teknologi baru sebenarnya sangat erat. Ini dapat ditelusuri dari pengalaman perusahaan ini sebagai salah satu perusahaan di dunia yang menawarkan online trading pada tahun 1993. Pada masa itu Internet masih bayi dan belum menggunakan protokol World Wide Web (www). Dalam pandangan Jessop, Fidelity punya gairah inovasi di setiap langkahnya.

Lalu, satu hal yang unik adalah, Fidelity Digital Asset tidak bergabung di konsorsium seperti R3 yang memiliki produk blockchain sendiri, yakni Corda. Perusahan itu juga tidak berpartisipasi di Hyperledger, perusahaan blockchain yang disponsori oleh IBM. Di sini muncul pertanyaan, apakah kelak Fidelity Digital Asset akan memperluas produknya untuk membuat sistem blockchain sendiri? Masuk akal jikalau dijawab ya, demi memperluas skala bisnis aset kripti di masa depan. []