Blockchain Sahabat Perusahaan Besar

Berdasarkan penelitian Deloitte, 95 persen perusahaan lintas sektor berinvestasi pada teknologi blockchain. Pada tahun ini, sejumlah pilot project itu mulai bergerak dari fase uji coba menjadi layak pakai oleh publik. Goldman Sachs, perusahaan berpengaruh di bidang keuangan dunia, yang sebelumnya ragu (atau mungkin pura-pura ragu) terhadap blockchain, sudah meluncurkan produk investasi kripto pada akhir tahun lalu. Selain itu, sejumlah proyek blockchain dirilis khusus untuk sektor keamanan siber, kesehatan dan pertanian. Read more…

Bersiaplah, Upgrade Ethereum Dimulai Pekan Depan

Seperti biasa, kenaikan harga ETH didorong oleh sentimen positif menjelang penaiktararafan (upgrading) jaringan blockchain Ethereum, yang diperkirakan jatuh pada Kamis, 28 Februari 2019 atau 1 Maret 2019 waktu Indonesia, mendatang. Terpantau di Coinmarketcap.com, harga ETH masih menguat US$148,46, naik tipis 1,46 persen dalam 24 terakhir. Sedangkan terhadap BTC naik lebih tipis di kisaran 0,53 persen di 0,037 BTC. Read more…

Ini Dampak Nyata Blockchain di Dunia Perdagangan Saham

Pernahkah Anda merasa sangat istimewa ketika Anda berada di satu suasana yang sangat berbeda berbanding waktu lampau? Jika Anda sering merasakan itu, maka Anda berada di sekian tingkat di atas sangat istimewa. Maka, pernahkah Anda merasa istimewa ketika dihadapkan dengan teknologi blockchain? Karena kami merasa istimewa di hadapan itu, maka kami tak terus bosan menulis soal blockchain. Blockchain memang istimewa. Read more…

Lebih Mantap Berdagang Kripto dengan Triv | Pro

Halo, sobat Triv! Lama kami tak menyapa Anda lewat blog ini. Akhirnya kami “menyahuti” hati dengan produk terbaru kami, yakni Triv | Pro (tpro.co.id). Platform yang satu ini memang jelas berbeda dengan platform yang biasa Anda gunakan selama ini di Triv. Kalau yang biasa, Anda bisa membeli aset kripto secara instan, kalau Triv | Pro adalah platform perdagangan (trading) alias jual beli. Ini memang sudah kami rencanakan sejak lama, sekitar pertengahan 2018 lalu, untuk memenuhi permintaan sebagian besar pengguna Triv. Read more…

Blockchain Kabar-Kabari

Jikalau Anda memantau rutin perkembangan blockchain akhir-akhir ini, ada banyak sekali perkembangan positif. Berita-berita buruk juga datang beriringan.

Kabar teranyar adalah terkuncinya dana nasabah sebesar US$140 juta di QuadrigaCX, Kanada. Penyebabnya adalah private key untuk mengakses semua wallet di bursa tersebut “hilang” setelah sang CEO dikabarkan meninggal dunia di India. Namun, pihak berwenang di India dan Kanada yang hingga detik ini menyelidiki kasus itu meyakini sang CEO masih hidup dan kini sedang dicari. Otoritas di Kanada mengatakan, bahwa bursa tersebut tidak memiliki izin beroperasi alias ilegal.

Kasus itu memberikan pelajaran bagi kita, bahwa regulasi kripto di sebuah negara harus benar-benar dipahami oleh investor kripto. Peraturan yang dikeluarkan adalah jaminan oleh negara kepada para pengguna terhadap bursa kripto yang digunakannya. Khusus di Indonesia, kini ada beragam bursa asing dan bursa lokal yang berdiri. Namun, Anda harus harus teliti memantau aspek legalnya terlebih dahulu.

Lantas apa kabar positif yang menonjol belum lama ini? Ada banyak, salah satu yang menarik adalah hasil penelitian mendalam oleh Allen Day dari Google tentang blockchain. Hasilnya memang bukan kaleng-kaleng. Pasalnya, ia menggunakan program BigQuery, yakni peranti lunak khusus BigData yang disematkan pada produk cloud milik Google. Tak tanggung-tanggung, hasilnya berlembar-lembar dengan grafis dan angka yang sangat terperinci. Blockchain yang diteliti adalah blockchain Bitcoin Cash, Dash, Dogecoin, Ethereum Classic, Litecoin dan Zcash.

Sementara itu ada omongan dari Bos Besar Twitter, Jack Dorsey. Dia yakin dan percaya Bitcoin akan menjadi mata uang asli Internet di masa depan dengan cakupan yang jauh lebih luas daripada hari ini.

Ya, kita tentu masih menanti perkembangan baik berikutnya, setidaknya mengharapkan kucuran dana investasi blockchain yang semakin besar, sehingga mampu mendorong adopsi blockchain yang maha luas dan maha asyik. []

Read more…

Pasar Basah Kripto Indonesia

Sangat menarik menerokai soal sejumlah bursa kripto asing yang beroperasi di Indonesia akhir-akhir ini. Tanpa menyebutkan mereknya, setidaknya ada tiga berasal dari Singapura dan masuk dalam top 100 global bursa kripto versi Coinmarketcap.com. Selebihnya berasal dari Tiongkok dan London, tetapi masuk dari dua negara yang berbeda, yakni masing-masing dari Singapura dan Malaysia. Jikalau ditotal, setidaknya ada 6 perusahaan bursa kripto asing yang beroperasi di Indonesia. Bandingkan dengan bursa kripto lokal yang sudah ada belasan. Read more…

Mengapa SWIFT Coba Pakai DLT Corda Buatan Konsorsium R3?

Beberapa waktu yang lalu tersiar kabar, SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) akan mengujicoba Corda, distributed ledger technology (DLT) buatan Konsorsium R3. Ini terhitung sebagai langkah besar organisasi layanan pengiriman pesan kirim uang (payment order message) lintas negara itu untuk meningkatkan layanannya menggunakan DLT sebagai teknologi baru yang mirip dengan teknologi blockchain yang kita kenal saat ini. Read more…

Mengapa Harga Bitcoin “Jadi Diskon?”

Jawabannya sebenarnya sangat berat. Kami tak ingin memberikan jawaban pasti, tetapi mendekati. Maksudnya pula, kami dekati dengan perbandingan dengan aset lain yang lebih tradisional. Jadi, dalam artikel ini, kita letakkan Bitcoin dalam kategori aset, yakni yang memiliki nilai dan likuid. Likuid artinya, ketika dijual ada pihak yang lain yang ingin membeli dalam rentang waktu tertentu. Read more…

Pilah Pilih Privacy Coin

Apakah transaksi Bitcoin bisa dilacak dan benar-benar 100 persen anonim? Jawabannya sangat relatif. Sepanjang kripto tersebut keluar dan masuk ke exchanger atau bursa kripto yang sentralistik, di mana mengharuskan identitas Anda disertakan ketiga mendaftar pertama kali, maka transaksi bitcoin bisa dilacak. Hal yang sama bisa terjadi pada kripto yang menjanjikan 100 persen privasi, seperti Zcoin, Monero, Dash dan ZCash. Read more…

Berjumpalah Kita, Bicara Kripto Penuh Asa

Pengguna media sosial di Indonesia sangatlah besar. Karena itulah mereka adalah konsumen empuk. Lahan basah, begitu kata pengusaha dan penguasa. Bagi pengusaha yang ingin merebut perhatian konsumen baru dan mempertahankan pelanggan lama, terkadang sulit dan rumit. Konsumen sangat mudah beralih dari satu pilihan ke pilihan lain sesuai selera. Konsumen zaman sekarang sukar ditebak, sukar pula ditahan. Read more…