Virus Corona Darurat Global, Bitcoin Apa Kabar?

Di blog ini, kami sudah dua kali mengkaji relasi antara wabah virus corona dengan dinamika Bitcoin. Hari ini, WHO telah menetapkan bahwa wabah virus corona yang mematikan itu sebagai masalah darurat secara global. Bagaimana pasar Bitcoin meresponsnya sejauh ini?

Ketika artikel ini ditulis, pasar Bitcoin naik tipis 0,26 persen di kisaran US$9.381 dalam 24 jam terakhir.

Sedangkan Indeks S&P 500 masih melaju 0,31 persen dalam 24 jam terakhir. Emas justru memerah 0,31 persen secara global terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Crypto Fear & Greed Index, sentimen terhadap bitcoin adalah “greed” sebesar 55 persen. Ini mengindikasikan adanya potensi beli dalam porsi sedang. Hal serupa terjadi kemarin.

Sumber: https://alternative.me/crypto/fear-and-greed-index/

Sementara itu data sentimen dari Tradingview hari ini, ada sentimen beli dalam satu hari, sepekan dan sebulan.

Sumber: https://www.tradingview.com/symbols/BTCUSD/technicals/

Mari kita mengikat asumsi, bahwa pasar Bitcoin dan emas berbanding terbalik (berkorelasi negatif) dengan pasar saham dan minyak mentah, sebagaimana yang pernah terjadi pada 27-28 Januari 2020 lalu. Kita bisa saja menyebutnya sebagai sebuah kebetulan.

Ketika itu kami mencatat, bahwa pasar saham secara global melemah akibat kekhawatiran penyebaran luas Virus Corona yang mematikan. Ketika itu WHO belum menyatakan kondisi darurat global.

Harga minyak mentah pun anjlok di bawah US$60 per barel. Ini mendorong sentimen positif terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya sejak 25-27 Januari 2020.

Sejak 25 Januari 2020. Kenaikan Bitcoin pun sangat menonjol pada 27 Januari 2020 dari US$8.617 menjadi US$9.077 pada pagi hari, 28 Januari 2020.

Capaian itu memperkuat Bitcoin dalam rentang 7 hari ketika itu, terakhir sebesar 10,9 persen dari titik terendah ke titik tertingginya.

Sejumlah korelasi negatif Bitcoin terjadi dengan pasar saham ketika itu. Ketika harga saham di Amerika melemah tinggi sejak Oktober 2019, Bitcoin malah menguat.

Tampaknya sentimen positif akibat Virus Corona baru menghinggapi Bitcoin pada saat ini, karena korban virus ganas itu terus bertambah.

The New York Times mencatat bahwa pasar saham memiliki hari terburuk sejak Oktober 2019, terkait kekhawatiran wabah Virus Corona.

Rontoknya pasar saham di Amerika Serikat mengikuti lemahnya pasar Eropa turun di tengah kekhawatiran bahwa Virus Corona yang banyak memakan korban dapat merugikan ekonomi global.

Persis ketika ekonomi dunia muncul dari ketidakpastian perang perdagangan, penyebaran Virus Corona berbahaya di Tiongkok telah menembus ketenangan yang telah menetap di pasar keuangan.

S&P 500 ditutup turun 1,6 persen pada Senin, 27 Januari 2020, penurunan kedua beruntun, yang menghapus banyak keuntungan pasar sejak awal tahun ini, dan penurunan tertajam sejak 2 Oktober 2019, ketika perang perdagangan memicu kekhawatiran perlambatan domestik.

Data terakhir hari ini, indeks S&P 500 selama 5 hari malah memburuk, turun dari 3333 poin menjadi 3283. Tren menurun masih terjadi.

Safe Haven
Konsep “safe haven” bersandar pada aset apa saja yang bernilai. Yang penting adalah imbal hasilnya melampaui nilai inflasi uang kita. Bitcoin mencoba membuktikan ia sebagai “safe haven” seperti emas, karena terbukti memberikan imbal hasil melebih nilai inflasi uang.

Terbukti Saat Ini
Pada 30 Januari 2020 lalu, Pendiri Fundstrat, Thomas Lee mengatakan Bitcoin adalah aset safe haven yang terbaik dibandingkan emas dan jenis instrumen investasi lainnya. Bitcoin merajai semua jenis instrumen lainnya di dunia, termasuk saham.

“Bitcoin adalah kelas aset terbaik sejak Sepanjang tahun 2020 (YTD), lebih dari 26 persen. Permintaan terhadap Bitcoin melesat. Ini adalah alasan bahwa Bitcoin dilihat sebagai safe haven yang lebih baik daripada emas,” kata Lee.

Mengacu pada data yang dikumpulkan Fundstrat, Bitcoin memberikan imbal hasil hingga 26,5 persen sejak awal tahun 2020. Sedangkan emas hanya mampu sebesar 3,4 persen. Di rentang waktu berbeda, yakni selama tahun 2019, Bitcoin bahkan mampu mencetak kenaikan hingga 92,2 persen, sementara emas hanya 18,3 persen.

Gambar
Imbal hasil Bitcoin mendominasi semua jenis investasi lainnya di dunia. Sumber: Thomas Lee.

Dari data itu pula terlihat, Bitcoin mendominasi semua jenis instrumen investasi lainnya, seperti saham dan komoditas. Indeks pasar modal Nasdaq misalnya berada di peringkat ke-2 setelah Bitcoin, dengan imbal hasil 35 persen sepanjang tahun 2019. Sedangkan sepanjang tahun 2020 ini, Nasdaq hanya mampu tumbuh 3,4 persen, sama seperti emas.

Virus Corona, Apa Berikutnya?
Jadi, apakah status darurat global virus corona ini mampu menggembosi pasar modal secara global dan menaikkan nilai Bitcoin dan emas? Kita tak pernah tahu.

Hanya saja, sejumlah data lampau mulai semakin menegaskan itu, yang dapat dijadikan patokan keputusan Anda. [*]

Be the first to write a comment.

Your feedback