Bitcoin Melesat Selama Sepekan, Ada Apa?
Kabar baiknya Bitcoin (BTC) melesat selama sepekan terakhir. Ada apa sebenarnya? Apakah didorong oleh perselisihan terbaru antara AS-Iran pasca pembunuhan Jenderal Soleimani di Irak?
Read more…
Kabar baiknya Bitcoin (BTC) melesat selama sepekan terakhir. Ada apa sebenarnya? Apakah didorong oleh perselisihan terbaru antara AS-Iran pasca pembunuhan Jenderal Soleimani di Irak?
Read more…
PaxGold (PAXG) yang dijamin dengan emas fisik dan Litecoin (LTC) buatan Charlie Lee kini tersedia di Triv (triv.co.id).
Read more…
Pada kuartal pertama tahun 2020 mendatang, blockchain Ethereum akan memulai hijrah tahap pertama ke sistem Proof-of-Stake (PoS). Disebut Ethereum 2.0 (Serenity), Ethereum akan meninggalkan secara total sistem Proof-of-Work (PoW) yang lazim dikenal dengan metode mining (menambang) seperti Bitcoin (BTC). Dengan sistem PoS, pengguna akan mendapatkan keuntungan dengan menyimpan aset kripto Ether (ETH) dalam rentang waktu tertentu. Bagaimana perhitungannya?
Read more…
Pengguna aplikasi DANA kini melakukan pembelian dan penjualan Bitcoin (BTC) di platform Triv.co.id. Fitur baru ini tersedia berkat kerjasama strategis antara Triv dan DANA.
Triv terus berinovasi menghadirkan fitur-fitur baru bagi para penggunanya. Kali ini pengguna dapat melakukan penyetoran (deposit) dan penarikan (withdraw) Bitcoin (BTC) mengggunakan alamat (address) Bitcoin “bech32”.
Beberapa bursa kripto di Indonesia belum mendukung fitur ini, padahal banyak sejumlah manfaatnya. Di antaranya adalah format deret karakter yang didukung hanya kombinasi angka dan huruf kecil, tak lagi kombinasi dengan huruf kapital.
Pun penciri utama address-nya adalah dimulai dari karakter “bc1“, misalnya: bc1qar0srrr7xfkvy5l643lydnw9re59gtzzwf5mdq atau bc1qc7slrfxkknqcq2jevvvkdgvrt8080852dfjewde450xdlk4ugp7szw5tk9.
Format alamat Bitcoin selama ini, yang disebut “base 85“, terlalu banyak memakan space pada QR Code dan tidak pula mendukung “alphanumeric“.
Selain itu, sistem kriptografi SHA-256 pada Bitcoin juga sangat sulit mendeteksi, jikalau terjadi error (galat). Sistem decoding “base85) juga terkenal rumit dan relatif lambat.
Format alamat Bitcoin bech32 berlaku sebagai berikut: terdiri dari 90 karakter, di mana dimulai dari karakter “bc” untuk main net dan karakter “tb” untuk versi test net. Angka 1 (satu) selalu ditempatkan setelah dua karakter itu.
Statistik penggunaan alamat Bitcoin bech32 bisa dilihat di sini:
https://txstats.com/dashboard/db/bech32-statistics?orgId=1
Untuk daftar wallet yang mendukung alamat Bitcoin bech32, bisa dilihat di sini:
https://en.bitcoin.it/wiki/Bech32_adoption
Penjelasan lebih detil soal bech32, bisa dibaca di sini:
https://steemit.com/bitcoin/@ernest22/bitcoin-addresses-and-what-is-bech32-bc1
Menyebut Ripple berlaku dua makna, yakni sebagai platform (software/teknologi) dan mata uang (currency). Ketika disebut sebagi platform, Ripple adalah protokol open source yang dirancang untuk mengirimkan objek bernilai (dalam hal ini disebut mata uang kripto) secara cepat dan murah.
Read more…
Peter Brandt, analis teknikal senior ternama menyebutkan, bahwa dalam hitungan bulan Bitcoin bisa terpuruk hingga US$5.324 (sekitar Rp74,6 juta). Aduh! Namun, dalam jangka panjang dengan laju parabolik, ia yakin kelak Bitcoin melesat hingga US$100.000.
Read more…
Beda negara, beda pula terapan hukumnya, bahkan bisa masuk ke ranah pribadi. Itulah yang terjadi di Denmark baru-baru ini. Pengadilan di negeri itu, pada 2 Desember 2019 memutuskan bahwa Bank Nordea boleh melarang karyawannya untuk membeli dan menjual Bitcoin. Padahal kalau diukur dengan akal sehat, masalah jual beli aset bernilai adalah ranah privat. Artinya siapapun, termasuk perusahaan, sejatinya tidak boleh melarang. Tapi, itulah keputusan hakim.
Awal kisah ini bermula dari tuntutan hukum oleh Serikat Karyawan Bisnis Keuangan Denmark beberapa waktu lalu di pengadilan setempat. Mereka menuntut pihak Bank Nordea agar menghentikan peraturan larangan membeli-menjual Bitcoin.
Pihak perusahaan beralasan, larangan itu “terukur”, karena Bitcoin lazim digunakan untuk pembiayaan aksi terorisme dan perdagangan gelap di Internet, termasuk pencucian uang.
Keputusan hakim itu tentu saja bisa dijadikan acuan lain oleh hakim lain dengan kasus serupa oleh pihak bank lain di Denmark.
Tak sampai di situ saja. Karyawan bank itu hanya diperbolehkan berinvestasi pada produk keuangan berbasis aset kripto yang dikeluarkan oleh bank. Itupun jumlahnya dibatasi dan harus mempunyai alasan bisnis tertentu.
Nah, ironisnya adalah Nordea Bank pernah disangka terlibat dengan aksi pencucian uang pada tahun 2017 silam. Saat ini kasus tersebut masih diselidiki.
Namun ada kemungkinan, pihak penuntut, yakni serikat karyawan tersebut, bisa naik banding ke pengadilan lebih tinggi untuk mempertahankan argumen mereka. Bisa jadi hakim berkeputusan berbeda.
Bank Jerman Bisa Jual-Beli Bitcoin
Tak jauh dari Denmark, ada Jerman sebagai negara terkaya di Benua Eropa yang lebih ramah terhadap Bitcoin. Belum lama ini parlemen jerman sudah mensahkan undang-undang anti pencucian uang yang baru, di mana dalamnya ada peraturan yang memungkinkan semua bank di Jerman menjual Bitcoin kepada nasabahnya.
Kendati sama-sama di Eropa, perlakuan Bitcoin oleh bank di Denmark dan di Jerman jelas sangat berbeda. Jerman barangkali lebih cerdas untuk “mengendalikan” Bitcoin agar lebih memberikan pemasukan lebih besar ke kas negara. Maklumlah, ekonomi Jerman saat ini sedang ketar-ketir akibat pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang melemah.
Jerman lebih melihat peluang besar dari Bitcoin. Daripada melarang Bitcoin, lebih baik merangkulnya, mungkin itu di benak orang Jerman. [*]
Secara historis harga Bitcoin melejit satu tahun sebelum dan satu tahun sesudah Bitcoin Reward Halving. Namun, sejumlah analisis menyebutkan bahwa Bitcoin Reward Halving tahap ke-3 pada tahun 2020 nanti mungkin akan sangat berbeda.
Read more…